Cara memantau tumbuh kembang balita agar optimal

Setiap orangtua perlu tahu cara memantau tumbuh kembang balita agar optimal. Selain memberikan makanan yang kaya nutrisi, ibu juga perlu mengajarkan anak bermain untuk merangsang perkembangan motoriknya. Setiap orangtua perlu melakukan deteksi dini untuk mencari tahu ada tidaknya penyimpangan pada proses pertumbuhan si Kecil untuk mencegah adanya gangguan tumbuh kembang anak sejak dini.

Cara memantau tumbuh kembang balita agar optimal

Beberapa cara memantau tumbuh kembang balita agar optimal

Pantau pertumbuhan fisik anak.

Ketika membawa anak balita ke dokter, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik atau disebut juga antropometri. Dalam pemeriksaan ini, diperiksa berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas.

Pantau tumbuh kembang anak sesuai dengan umurnya.

Hal yang harusnya bisa dilakukan anak ketika berusia dibawah ini.

Anak usia 3-6 bulan: bisa mengangkat kepala lebih tegak pada posisi tengkurap.

Anak usia 9-12 bulan: bisa berjalan dengan berpegangan.

Anak usia 12-18 bulan: bisa minum sendiri dari gelas.

Anak usia 18-24 bulan: bisa mencorat-coret dengan alat tulis.

Anak usia 2-3 tahun: bisa berdiri dengan satu kaki tanpa berpegangan, serta mampu melepas pakaian sendiri.

Anak usia 3-4 tahun: mengenal dan menyebutkan paling sedikit 1 warna.

Anak usia 4-5 tahun: sudah bisa mencuci tangan.

Setiap 3 bulan sekali, orangtua harus bisa melihat perkembangan tumbuh kembang anak yang baru. Dan juga orangtua harus rajin mengunjungi Pos Pelayanan Anak Usia Dini Holistik Integratif (Pos PAUDHI) setiap 3 sampai 6 bulan sekali untuk mendapatkan layanan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK Anak) dan status gizi si kecil.

Demikian informasi mengenai cara memantau tumbuh kembang balita agar optimal. Semoga informasi diatas bermanfaat. Untuk melihat artikel lainnya silahkan kunjungi Home. Artikel berikutnya mengenai manfaat menjaga kualitas tidur saat hamil.

Cara memantau tumbuh kembang balita agar optimal | | 4.5