Kemandirian anak usia dini

Membicarakan tentang kemandirian anak usia dini, tidak lengkap tanpa membicarakan tentang taman kanak kanak. Taman kanak kanak atau kindergarten yaitu kebun untuk anak anak yang dikhususkan untuk anak anak usia lima tahun.

Pribadi yang mandiri adalah kemampuan hidup yang utama dan slaah satu kebutuhan setiap manusia di awal usianya. Kemandirian anak usia dini harus mulai dibentuk saat anak menginjak TK. Alasan mengapa hal ini diperlukan karena ketika anak terjun ke lingkungan di luar rumah sudah tidak tergantung pada orangtua. Misalnya ketika anak sudah mulai bersekolah, orangtua tidak mungkin selalu menemani mereka tiap detiknya. Mereka harus belajar mandiri dalam mencari teman, bermain, dan belajar. Namun kondisi ini tidak selalu harus instan, ibu misalnya ketika mengantar anaknya ke sekolah tidak perlu langsung meninggalkan anak begitu saja dengan guru atau dengan teman temannya yang lain. Ibu dapat melihat anaknya dari jendela kelas sehingga anak merasa nyaman bahwa ibunya sedang mengawasi dan dekat dengannya. Setelah terbiasa, maka sedikit sedikit meninggalkan si anak kemudian menjadi kebiasaan dan anak pun tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.

anak usia dini

Pada faktanya semua usaha untuk membuat anak menjadi mandiri sangatlah penting agar anak dapat mencapai tahapan kedewasaan sesuai dengan usianya. Orangtua dan pendidik diharapkan dapat saling bekerjasama untuk membantu anak dalam mengembangkan kepribadian mereka.

Dalam membentuk kemandirian anak usia dini baik secara sosial, emosi, maupun intelektual, anak harus diberikan kesempatan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya. Anak mandiri biasanya mampu mengatasi persoalan yang menghadangnya. Kemandirian itu tentu harus dilatih sejak dini. Kemandirian sangat erat terkait dengan anak sebagai individu yang memiliki konsep diri, penghargaan terhadap diri sendiri atau self esteem, dan mengatur diri sendiri. Perkembangan kemandirian anak taman kanak kanak dapat dideskripsi dalam bentuk perilaku dan pembiasaan anak.

Secara hakiki, kemandirian anak usia dini akan terus berkembang. Pperkembangan kemandirian seseorang merupakan perkembangan hakikat eksistensi manusia, dimaan perilaku mandiri itu adalah perilaku yang sesuai dengan hakikat eksistensi diri. Oleh karena itu kemandirian adalah hasil dari suatu proses perkembangan diri yang normative, terarah sejalan dengan tujuan hidup manusia. Kemandirian merupakan suatu kekuatan internal individu seseorang yang diperoleh melalui proses mencari jati diri menuju kesempurnaan. Kemandirian seseorang juga berkembang secara bertahap sesuai dengan tingkatan perkembangan hidupnya. Hal ini juga diperkuat dengan tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kretif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Kemandirian anak usia dini

Anak akan mandiri jika dimulai dari keluarganya dan hal ini menyebabkan tingkat kemandirian seseorang berbeda satu sama lain, hal ini disebabkan oleh faktor yang mempengaruhi kemandirian tersebut. Faktor faktor yang mempengaruhi kemandirian adalah : keturunan orang tua, pola asuh orang tua, sistem pendidikan di sekolah, sistem kehidupan di masyarakat.

Anak yang sudah mandiri dan dapat memanfaatkan lingkungan untuk belajar, dapat membantu anak lain untuk belajar mandiri.  Anak harus tahu apa saja yang dapat mereka lakukan dengan keberadaan lingkungan yang dapat dimanfaatkannya. Dengan begitu anak dapat mengidentifikasi lingkungan yang mana yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anak yang pada akhirnya anak akan memiliki perilaku dan kemampuan bertanggung jawab, dapat mengatasi emosi, mau berbagi, empat terhadap orang lain.

Dalam proses kemandirian anak usia dini, seorang anak pengaruh lingkungan sangat berperan dalam artian bahwa kemandirian itu juga terkait erat dengan perkembangan kognitif anak, dimana perkembangan kognitif tersebut merupakan hasil dari pembentukan interaksi antara individu dengan lingkungan.

Setiap orang memiliki kemampuan yang unik untuk memahami sesuatu, tidak hanya menerima saja, tetapi punya inisiatif untuk mandiri, yang berwujud dalam bentuk keinginan keinginan untuk mengalami sendiri, memahami sendiri ataupun mengambil keputusan sendiri dalam tindakannya. Bagaimana anak mandiri adlaah refleksi dari apa yang mereka dapatkan di rumah dan lingkungan dimana ia berada.

Kemandirian anak usia dini seperti

kemandirian anak usia dini terlihat dengan ciri ciri

  1. Dapat melakukan segala aktivitasnya secara sendiri meskipun tetap dengan pengawasan orang dewasa.
  2. Dapat membuat keputusan dan pilihan sesuai dengan pandangannya, pandangan itu sendiri diperoleh dari melihat perilaku atau perbuatan orang orang disekitarnya.
  3. Dapat bersosialisasi dengan orang lain tanpa perlu ditemani orang tua.
  4. Dapat mengontrol emosinya bahkan dapat berempati terhadap orang lain.

Demikian informasi mengenai kemandirian anak usia dini. Untuk melihat artikel terbaru silahkan kunjungi Home. Artikel selanjutnya mengenai perkembangan kepribadian anak.

Kemandirian anak usia dini | | 4.5