Menciptakan suasana belajar kondusif

Menciptakan suasana belajar kondusif akan membuat anak menjadi mampu belajar dengan pencapaian tingkat pengetahuan yang baik, mereka menjadi anak yang peka (berpikir tajam, kritis, dan tanggap terhadap pikiran dan perasaan orang lain), mandiri (berarti berani dan mampu bertindak tanpa selalu tergantung pada orang lain), dan bertanggung jawab berarti sap menerima akibat dari keputusan dan tindakan yang diambil.

Menciptakan suasana belajar kondusif

Cara menciptakan suasana belajar kondusif

  1. Interaksi, belajar akan terjadi dan meningkatkan kualitasnya bila terjadi suasana interaksi dengan orang lain. Interaksi dapat berupa diskusi, saling bertanya dan mempertanyakan, saling menjelaskan, dan lain lain. Pada saat orang lain mempertanyakan pendapat kita atau apa yang kita kerjakan maka kita terpacu untuk berpikir menguraikan lebih jelas lagi sehingga kualitas pendapat itu lebih baik.
  2. Komunikasi, pengungkapan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tulisan, merupakan kebutuhan setiap manusia dlaam rangka mengungkapkan dirinya untuk mencapai kepuasan. Pengungkapan pikiran, baik dalam rangka mengemukakan gagasan sendir atau menilai gagasan orang lain, akan memantapkan pemahaman seseorang tentang apa yang sedang dipikirkan atau dipelajari.
  3. Refleksi, suasana belajar juga terkait dengan komunikasi yang terjadi di dalam kelas. Di mana sepanjang hari hari di sekolah terjadi percakapan antara peserta didik dengan peserta didik yang lain, antara guru dengan peserta didik. Dalam interaksi itu terjadi komunikasi. Menciptakan suasana belajar kondusif bisa dilakukan dengan pola:
    1. Menciptakan suasana belajar kondusif dengan pola komunikasi satu arah : dalam pola komunikasi satu arah ini terjadi komunikasi, dimana guru menyampaikan informasi kepada sekelompok peserta didik. Peserta didik mendengarkan dan mencatat informasi dari guru. Antara guru dan peserta didik ada garis pemisah yang tegas.
    2. Menciptakan suasana belajar kondusif dengan pola komunikasi dua arah : dalam pola komunikas dua arah terjadi interaksi. Antara guru dengan peserta didik satu per satu. Antara guru dan peserta didik ada garis pemisah yang longgar. Peserta didik tidak hanya mendengar dan mencatat tetapi peserta didk sudah dapat bertanay dan menjawab pertanyaan guru.
    3. Menciptakan suasana belajar kondusif dengan pola komunikasi tiga arah : dalam pola komunikasi tiga arah ini terjadi interaksi antara guru dengan peserta didik dan angara peserta didik dengan peserta didik. Antara guru dan peserta didik ada garis pemisah yang longgar. Peserta didik tidak sekedar mendengar, mencatat, bertanya dan menjawab pertanyaan guru, tetapi peserta didik dapat bertanay dan menjawab pertanyaan guru, tetapi peserta didik dapat bertanya dan menjawab peserta didik yang lain.
    4. Menciptakan suasana belajar kondusif dengan pola komunikasi multi arah dalam pola komunikasi multi arah ini terjadi interaksi antara peserta didik dengan peserta didik. Komunikasi dengan guru hanya bila perlu saja. Antara guru dan peserta didik tidak ada garis pemisah.

Menciptakan suasana belajar kondusif di kelas

Jika keempat pola itu kita perhatikan maka pola keempat yang paling memberi kesempatan kepada siswa untuk memutuskan sendiri apa yang mau dipelajari secara bersama sama dalam kelompoknya. Peserta didik dipandang sebagai individu yang dapat merencanakan apa yang akan dipelajari bersama. Guru sebagai sumber informasi hanya sebagai fasilitator dan dinamisator pada kehidupan kelompok.

Suasana belajar atau suasana kelas yang positif akan terjadi interaksi dalam kelas antara guru dan peserta didik, antara peserta didik dan peserta didik, di mana dalam interaksi itu terjadi komunikasi dalam bentuk kerja sama, tolong menolong, tenggang rasa antara anak yang pandai dan yang kurang pandai, antara yang kaya dan yang kurang mampu, norma norma pergaulan hidup dan tata tertib kelas maupun sekolah dipatuhi dengan disiplin yang luwes, terjadi komunikasi yang terbuka.

Hal ini berarti bahwa setiap peserta didik dan guru harus dijauhkan oleh rasa mencurigai, berani mengakui kesalahan, jika memang berbuat salah, peserta didik berani bertanya kepada guru jika guru menjelaskan sesuatu yang keliru. Dengan kata lain baik peserta didik maupun pendidik siap sedia dikritik dan mengkritik yang bersifat membangun. Dengan demikian akan terjadi suasana belajar yang selalu menyenangkan, hidup, di mana tiap orang berusaha menghargai eksistensi dan martabat orang lain sebagaimana adanya bukan sebagaimana nampaknya.

Menciptakan suasana belajar kondusif yang bertahan lama

Demikian informasi mengenai menciptakan suasana belajar kondusif. Untuk melihat artikel terbaru silahkan kunjungi Home. Artikel selanjutnya mengenai menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Menciptakan suasana belajar kondusif | | 4.5