Mengenalkan Matematika kepada Anak

Mengenalkan matematika kepada anak saat kecil mungkin menjadi kesulitan bagi beberapa orang tua. Banyak orangtua yang frustasi atau kecewa karena anak anak mereka tidak berprestasi di sekolah. Lebih buruk lagi, tidak sedikit anak anak yang tidak bisa mengerjakan soal soal matematika di sekolah, apalagi di rumah. Sementara, tidak jarang anak anak juga kecewa karena pekerjaan rumah mereka tidak bisa dikerjakan, karena orangtua mereka tidak mampu menuntun mereka dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Akibatnya, anak harus mengerjakan pekerjaan rumah matematika dengan air mata dan orangtua menyalahkan guru sekolah, bahwa guru tidak bisa mengajar matematika.

Pada saat ini, mengenalkan matematika kepada anak semakin sulit karena tidak sedikit anak yang menggunakan kalkulator untuk menghitung matematika dasar. Bahkan anak sekolah dasar pun banyak yang sudah pintar menggunakan kalkulator. Ini adalah salah satu cirri dari kehidupan modern. Dalam kondisi seperti ini, orangtua perlu menyelidiki lebih jauh, apakah anak memang tidak bisa matematika atau hanya untuk lebih mengenal banyak bilangan.

Mengenalkan matematika kepada anak

Mengenalkan Matematika kepada Anak sejak dini

Keberhasilan anak dalam berprestasi tidak luput dari peran aktif orangtua dalam mengenalkan matematika kepada anak sebagai guru pertama dan utama. Proses belajar yang efektif bagi anak, terutama anak yang baru mulai belajar, baik membaca maupun berhitung, memerlukan peranan orangtua, terutama dalam hal cara mengucapkan huruf atau menggambarkan bilangan. Setelah anak mulai paham, ditingkatkan dengan metode lembaga kata untuk membaca, yaitu huruf huruf yang akan dirangkaikan dalam satu kata.

Jika kita memperhitungkan waktu anak di rumah dan di sekolah, perbandingannya adalah lebih banyak wakti di rumah daripada di sekolah. Oleh karena itu, sangat wajar jika orangtua diharuskan mengenalkan matematika kepada anak karena waktu anak lebih banyak habis di rumah. Dengan demikian orangtua tidak terlalu melepaskan tanggung jawab terhadap anaknya kepada guru di sekolah. Dalam hal ini untuk mengenalkan matematika kepada anak, orangtua dapat mengarahkan anak anak dengan menyatakan kegunaan kegunaan atau fungsi fungsi matematika dalam kehidupan sehari hari, baik itu dalam bidang teknik, bidang ekonomi, bidang pembangunan, maupun dalam kegiatan ibu setiap hari seperti memasak dan lain lain, seperti yang telah disebutkan di depan.

Menurut teori J.Piaget anak anak prasekolah harus diberi tugas tugas yang memungkinkan mereka melakukan sesuatau terhadap objek atau benda benda yang nyata. Maksudnya pelajaran dengan sendirinya harus berisikan benda benda yang nyata. Misalnya dengan menyebut 1, kita harus menyatakan atau menunjukkan sebuah benda dengan jumlah satu.

Orangtua juga perlu mengenalkan matematika kepada anak secara disiplin dalam belajar pada anak anak prasekolah atau sekolah dasar sedini mungkin harus sudah mulai diterapkan. Namun pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi atau usia anak. Misalnya untuk anak prasekolah, waktu belajarnya tidak mungkin sama dengan waktu anak pada jenjang sekolah yang lebih tinggi.

Di samping pengaturan waktu belajar, orangtua juga perlu mendampingi anak prasekolah pada saat belajar. Hal ini disebabkan pada prinsipnya anak selalu meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. Jika orangtua berbuat dan melakukan sesuatu, anak akan berbuat dan melakukan apa yang dilakukan orangtuanya. Dengan kata lain perlu disadari bahwa anak itu pada hakikatnya adalah peniru yang sangat potensial. Sebaiknya pada jam jam belajar, orangtua pun duduk bersama anak di meja belajar, sehingga si anak akan ikut duduk belajar karena menyaksikan orangtuanya duduk membaca atau mengerjakan pekerjaan kantor di rumah.

Mengenalkan matematika kepada anak yang paling efektif yaitu bermain bersama anak sambil belajar, karena anak anak yang masih kecil senantiasa lebih senang bermain main, sehingga belajar tidak dianggap sebagai sesuatu yang membebani atau membosankan. Oleh karena itu, jika kita ingin intelektual anak tumbuh dan berkembang dengan baik, kita harus membiarkan anak anak kita menikmati indahnya masa kecil mereka dengan bermain bain, namun masih tetap dalam bimbingan dan tuntunan kita. Karena bermain merupakan bagian kehidupan yang memberikan kebahagiaan tersendiri dalam hidup anak. Misalnya, kita ingin mengajarkan anak menghitung sambil menyebutkan angka 1 sampai angka 10, akan lebih baik jika kita menyediakan benda konkret, seperti kelereng, mobil mobilan, sendok, sebagai alat permainan yang berfungsi sebagai saran untuk menghitung. Dengan kata lain bermain sambil belajar, agar anak tidak merasa dibebani atau tidak merasa dipaksa belajar.

Jangan orang tua sekali kali melarang atau memarahi kegiatan yang dilakukan anak, baik itu mencoret coret tembok, banyak bermain, maupun sukar makan, dan sebagainya, melainkan kita harus mengadakan pendekatan dengan mengalihkan perhatiannya ke hal hal yang positif. Misalnya, anak kita suka mencoret coret. Kegiatan tersebut perlu kita manfaatkan karena anak telah menunjukkan minat untuk belajar menulis atau menggambar. Kesempatan ini perlu kita gunakan untuk membantu mengenalkan matematika kepada anak ketika anak sedang mencoret dinding ataupun sebagainya.

Demikianlah informasi mengenai mengenalkan matematika kepada anak. Untuk artikel terbaru lainnya silahkan lihat di Home. Artikel berikutnya mengenai cara mengejarkan matematika pada anak.

Mengenalkan Matematika kepada Anak | | 4.5