Perkembangan kepribadian anak

Perkembangan kepribadian anak baik sosial dan emosi dapat dikatakan berhasil jika si anak telah mendapatkan pengalaman hidup dan menjadi mandiri baik secara sosial, emosi maupun intelektual. Antara kemandirian dan kepribadian erat hubungannya. Dalam memperoleh kepribadian dan kemandirian pada anak adalah dengan cara bagaimana anak melihat lingkungannya, berinteraksi dengan teman atau orang dewasa lainnya, mengajarkan anak untuk mandiri dan membentuk kepribadian anak.

Perkembangan kepribadian

Perkembangan kepribadian anak ditandai dengan kebebasan melakukan segala sesuatu dengan caranya sendiri, yaitu anak sudah bisa ke toilet sendiri. Kesempatan untuk melakukan sendiri tanpa dikritik akan menghindarkan rasa bersalah dan malu, anak menjadi percaya diri. Kemandirian fisik penting dalam menunjang kegiatan anak. Namun, kemandirian secara mental justru lebih penting dimiliki seorang anak. Bila orang tua kurang memenuhi kebutuhan anak untuk mandiri maka orangtua telah menciptakan hambatan pada perkembangan alamiah anak untuk mengenal dunia dan membangun kepercayaan diri, dan merasa dirinya berguna.

Bila sang anak sudah mampu melakukan sesuatu pekerjaan dan ia harus mengerjakan sendiri, orang tua atau orang orang di sekitarnya harus memberi semangat dan dukungan positif untuk melakukan sendiri semua pekerjaan tersebut seperti mencuci tangan, mengatur tempat tidurnya, mandi sendiri, makan sendiri, memasang baju dan sepatu sendiri dan seterusnya. Itulah tanda perkembangan kepribadian anak semakin baik.

Perkembangan kepribadian anak

Beberapa perkembangan kepribadian anak

Perkembangan kepribadian anak tidak bersifat tunggal tetapi jamak Artinya, seseorang dikatakan mandiri tidak hanya dilihat dari satu aspek semata, tetapi juga dari aspek lain seperti fisik, sosial, emosional, moral dimana kemandirian merupakan pintu gerbang menuju kedewasaan seseorang. Menjadi dewasa artinya tidak sekedar tumbuh dan berkembang secara fisik, tetapi juga menjadi matang secara emosional, moral dan juga mental. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa indicator dari kemandirian itu terdiri dari kemandirian fisik, kemandirian mental, kemandirian emosional dan kemandirian moral.

Seseorang dikatakan mandiri secara fisik jika ia dapat bekerja sendiri, mampu menggunakan fisiknya untuk melakukan segala aktivitas hidupnya, dikatakan mandiri secara mental adalah jika anak dapat berpikir sendiri, menggunakan kreativitasnya, mampu mengekspresikan gagasannya dan tidak tergantung pada orang lain. Secara emosional anak yang mandiri adalah anak yang mampu mengelola perasaannya, dan mandiri secara moral jika ia memiliki nilai nilai yang mampu mengarahkan perilakunya dalam bersosialisasi.

Perkembangan kepribadian anak dimulai

Proses pembentukan kemandirian merupakan suatu proses yang kontinyu dalam keadaan seorang anak tumbuh makin besar dan matang. Anak ingin mengerjakan segala sesuatu sendiri karena merasa sudah bisa, anak merasa sudah besar dan menghargai dirinya. Mereka sudah memperlihatkan minatnya dan dapat memilih kegiatan, tetapi masih membutuhkan dorongan untuk melakukan kegiatan yang baru.  Anak masih membutuhkan bantuan orang dewasa ketika ragu ragu menghadapi situasi baru agar lebih percaya diri. Inisiatif sangat dibutuhkan karena pada usia ini anak harus menguasai berbagai keterampilan baru, kalau terlalu banyak dikritik akan merusak harga diri anak.

Demikian informasi mengenai perkembangan kepribadian anak. Untuk melihat artikel terbaru silahkan kunjungi Home. Artikel selanjutnya mengenai menanamkan dan mendidik anak perempuan.

Perkembangan kepribadian anak | | 4.5