Proses pembelajaran di kelas

Proses pembelajaran di kelas anak usia dini tidak terlepas dari bagaimana peran guru dalam menciptakan suasana belajar, strategi pembelajaran, media, model pembelajaran yang digunakan. Antara guru yang membelajarkan harus tercipta korelasi yang efektif dan efisien agar proses pembelajaran di kelas pada anak dapat berlangsung dengan baik. Model adalah bentuk representasi akurant, sebagai proses actual yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model itu.

Hal itu merupakan interpretasi atas hasil observasi dan pengukuran yang diperoleh dari beberapa sistem. Pengertian model pembelajaran merupakan landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan belajar, yang dirancang berdasarkan proses analisis yang diarahkan pada implementasi kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional di depan kelas.

pembelajaran di kelas

Di samping penggunaan model proses pembelajaran di kelas, pendekatan pembelajaranpun juga tidak kalah penting yang harus diperhatikan oleh guru anak usia dini dalam membelajarkan di kelas. Pendekatan adalah suatu antar usaha dalam aktivitas kajian, atau interaksi, relasi dalam suasana tertentu, dengan individu atau kelompok melalui penggunaan metode metode tertentu secara efektif. Pendekatan proses pembelajaran di kelas sebagai proses penyajian isi pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai kompetensi tertentu daengan suatu metode atau beberapa metode pilihan. Dalam pembelajaran juga ada strategi pembelajaran yang merupakan cara guru dalam mengatur, memenej, mengintegrasikan semua urutan kegiatan pembelajaran di kelas serta mengorganisasikan tema tema yang diajarkan dengan media, waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran, untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan, secara efektif dan efisien. Strategi proses pembelajaran di kelas terkandung pertanyaan bagaimanakah cara menyampaikan isi pelajaran? Maka komponen operasional strategi pembelajaran berupa urutan kegiatan, metode, media pembelajaran dan waktu.

Usia 4-6 tahun adalah masa peka bagi anak, di masa anak mulai sensitive untuk menerima berbagai upaya perkembangan seluruh potensi anak. Masa peka adalah masa terjadinya pematangan fungsi fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Di aman apda masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa sosial emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral dan nilai nilai agama. Oleh sebab itu dibutuhkan suasana belajar, strategi dan stimulus yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal.

Proses pembelajaran di kelas

Perencanaan proses pembelajaran di kelas yang baik dikelas tidak menjamin seratus persen guru mampu menciptakan kelas atau suasana belajar yang efektif, efisien, kondusif, karena hal ini sangat tergantung juga pada berbagai variable yang ikut memberikan kontribusi dan berperan aktif dalam pelaksanaan perencanaan tersebut secara efektif. Tetapi pembelajaran yang efektif tidak akan terwujud tanpa sebuah perencanaan yang baik. Permasalahan pembelajaran di kelas mencakup banyak hal diantaranya materi, strategi, sarana prasarana, media dan lingkungan.

Seorang guru anak usia dini haruslah menguasai teknik dalam mengajarkan, dimana perencanaan pembelajaran itu menjadi dua bagian yaitu rencana mingguan, dan rencana harian. Rencana mingguan menurutnya sangat perlu sebagai pedoman garis besar program pengajaran yang dapat disiapkan oleh guru. Sedangkan rencana harian adalah suatu rencana pembelajaran yang disusun untuk setiap pertemuan dan setiap hari yang bersentuhan langsung dengan suasana kelas.

Proses pembelajaran di kelas yang bagus

Dengan demikian, menjadi hal kritis yang penting dilakukan adalah menciptakan iklim belajar peserta didik. Ada beberapa permasalahan dalam proses pembelajaran di kelas yaitu:

  1. Peran guru masih sangat dominan, hal ini dibuktikan dengan kegiatan utama guru di dalam kelas hanya menyampaikan informasi yang bersifat satu arah sehingga anak cenderung menjadi pasif.
  2. Sebagian besar guru menyandarkan pemilihan bahan ajarnya pada buku teks yang telah baku, sehingga peserta didik kurang mendapat perspektif yang realistic dan berdayaguna bagi pemecahan masalah dalam kehidupan sehari hari.
  3. Adanya pengaturan tempat duduk dan penugasan yang cenderung mengisolasi satu anak dengan anak lainnya, sehingga mempersulit komunikasi dan pertukaran pikiran antar peserta didik.
  4. Pertanyaan yang dilontarkan lebih banyak bersifat konvergen daripada divergen, sehingga melumpuhkan kreativitas anak yang tentu juga mempengaruhi kemadirian anak, sebab anak yang kreatif cenderung mandiri.

Demikian informasi mengenai proses pembelajaran di kelas. Untuk melihat artikel terbaru silahkan lihat di Home. Untuk melihat artikel selanjutnya mengenai solusi metode pembelajaran.

Proses pembelajaran di kelas | | 4.5