Proses terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Setiap ibu harus tahu proses terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, jadi ibu bisa mencegahnya.

Proses terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Siklus proses terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

Individu mulai menjalin hubungan.

Individu tersebut mulai mengenal lebih satu sama lain dengan mengeluarkan topeng masing masing.

Ketika ada masalah dan ketidakcocokan, muncul ledakan berupa kekerasan.

Ketegangan mereda dan pelaku mulai bersikap baik dan meminta maaf.

Korban akan merasa bersalah jika tidak memaafkan, dan korban akan mulai menyalahkan diri sendiri

karena merasa sebagai pemicu kejadian tersebut.

Pelaku berjanji akan membuat hubungan yang lebih baik lagi.

Masa tenang tidak bisa bertahan dan muncul kembali konflik dengan disusul dengan kekerasan lainnya.

Korban merasa terperangkap dengan keadaan dan statusnya. Korban merasa bingung, takut, bersalah,

dan masih berharap pelaku menepati janji untuk tak melakukan kekerasan lagi dan begitu seterusnya.

Bila tidak ada pertolongan, maka siklus kekerasan akan terut terjadi dan semakin sering.

Bisa merusak baik fisik maupun psikologis korban.

Dampak psikologis yang dirasakan korban

KDRT bisa menimbulkan dampak psikologis yang buruk pada istri dan anak. Dampak fisik mungkin bisa dilihat tetapi rasa sakit, keguguran kandungan, trauma tentu tidak nampak segera. Tetapi akan terus dirasakan seumur hidup oleh korbannya. Korban KDRT bisa sering merasa terancam, kebingungan, tidak berdaya, hilangnya konsentrasi dan kemampuan berpikir, sering mimpi buruk dan mungkin susah makan dan beraktivitas lainnya.

Demikian informasi mengenai Proses terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Semoga informasi diatas bermanfaat. Untuk melihat artikel lainnya silahkan kunjungi Home. Artikel berikutnya mengenai karakter orang yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

Proses terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga | | 4.5