Teori belajar matematika menurut para ahli

Teori belajar matematika menurut para ahli yang pertama yaitu teori Ausubel

D.P. Ausubel mengemukakan bahwa belajar dapat dikatakan menjadi bermakna jika informasi yang akan dipelajari oleh anak disusun sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki anak, sehingga anak dapat mengaitkan informasi barunya dengan struktur kognitif yang dimilikinya. Ausubel menggunakan istilah pengatur lanjut yang terdiri dari bahan verbal di satu pihak, sebagian lagi merupakan sesuatu yang sudah diketahui anak di pihak lain. Pengorganisasian itu lebih umum dan inklusif dari pada informasi khusus yang dipelajari.

Teori belajar matematika menurut para ahli seperti Ausubel mengutamakan bahan yang disajikan telah disusun secara final. Jadi anak belajar dengan menerima bahan yang telah disusn secara final dan pengajar menyampaikan dengan metode ceramah. Bahan pelajaran yang disajikan itu harus bermakna, sehingga mudah diingat oleh anak.

Menurut Ausubel, belajar dikatakan bermakna jika informasi yang akan dipelajari anak telah disusun sesuai dengan struktur kognitif anak, sehingga anak dapat mengaitkan pengetahuan barunya dengan struktur kognitif yang telah dimilikinya. Dengan belajar bermakna, ingatan anak menjadi kuat dan transfer belajar mudah dipahami.

Teori belajar matematika menurut para ahli seperti Thorndike

Belajar harus dengan pengaitan. Artinya pengaitan antara pelajaran yang sebelumnya dan yang akan dipelajari anak. Karena semakin besar kaitannya, semakin baaik anak belajar. Thorndike menekankan pada cara stimulus respons berupa hadiah dengan nilai yang baik.

Teori belajar matematika menurut para ahli

Teori belajar matematika menurut para ahli 

Teori Dewey

Dewey mengutamakan pada pengertian dan belajar bermakna. Artinya anak didik yang belum siap jangan dipaksa belajar. Guru dan orangtua sebaiknya menunggu sampai anak didik siap belajar, atau guru dapat mengubah dan mengatur suasana belajar sehignga anak siap untuk belajar.

Teori J.Piaget

Teori J. Piaget disebut juga teori kognitif, teori intelektual, atau teori belajar. Disebut teori belajar karena berkenaan dengan kesiapan anak untuk mampu belajar dan disesuaikan dengan tahap tahap perkembangan anak. Karena menurut Piaget belajar juga harus merupakan sesuatu yang keluar dari dalam diri anak, bukan tergantung pada guru. Dengan demikian untuk meningkatkan perkembagnan mental anak ke tahap yang lebih tinggi, dapat dilakukan dengan memperkaya pengalaman anak terutama pengalaman konkret, karena dasar perkembangan mental adalah melalui pengalaman pengalaman aktif dengan menggunakan benda benda di sektiarnya. Disamping itu perkembangan bahasa anak merupakan salah satu kunci untuk mengembangkan kognitifnya.

Dengan menguasai teori belajar, anak pasti akan dapat mengikuti pelajaran dengan baik, bahkan guru pun dapat memotivasi anak didik sehingga anak didik berminat belajar matematika. Teori belajar mengajar matematika yang dikuasai para pendidik akan dapat diterapkan pada peserta didik jika para pendidik dapat memilih strategi belajar mengajar yang tepat, mengetahui tujuan pendidikan, pengajaran, atau pendekatan yang diharapkan, serta dapat melihat apakah anak sudah mempunyai kesiapan atau kemampuan belajar atau bleum. Dengan mengetahui kesiapan anak dalam belajar matematika, maka pengajaran yang akan disampaikan dapat disesuaikan dengan kemampuan anak.

Demikianlah informasi mengenai teori belajar matematika menurut para ahli. Untuk melihat artikel terbaru silahkan lihat di Home. Artikel berikutnya mengenai metode mengajar matematika.

Teori belajar matematika menurut para ahli | | 4.5