Teori Dienes dalam Matematika

Teori dienes dalam matematika dikembangkan berdasarkan teori perkembangan intelektual dari Piaget. Dienes memandang matematika sebagai struktur, pengklasifikasian struktur, memisahkan hubungan hubungan yang terdapat di dalam struktur struktur dan mengkategorisasikan hubungan hubungan di antara struktur struktur.

Teori dienes dalam matematika berpendapat bahwa setiap konsep atau prinsip matematika dapat dimengerti secara sempurna, hanya jika disajikan pada anak dalam bentuk bentuk konkret. Jadi abstraksi didasarkan pada intuisi dan pengalaman pengalaman konkret.

teori dienes

Teori belajar dienes dalam matematika

  1. Tahapan teori dienes dalam matematika yang pertama yaitu permainan bebas : permainan bebas adalah tahap belajar konsep yang terdiri dari aktivitas yang tidak terstruktur dan tidak diarahkan. Hal ini memungkinkan anak bereksperimen dan memanipulasi benda benda konkret dan abstrak dari unsur unsur konsep yang dipelajari. Tahap ini adalah tahap yang penting, karena pengalaman pertama anak berhadapan dengan konsep baru melalui interaksi dengan lingkungannya yang mengandung representasi konkret dari konsep itu, sehingga pada tahap ini anak membentuk struktur mental dan sikap.
  2. Permainan yang menggunakan aturan : tahapan ini merupakan tahap belajar konsep, anak mulai meneliti pola pola dan keteraturan yang terdapat dalam suatu konsep, karena pola pola dan keteraturan itu adakalanya hanya berlaku untuk suatu konsep, namun tidak untuk konsep lain. Contohnya anak yang bermain balok logika dapat mengklasifikasikan dengan memilih balok balok logika untuk dua variable yang berbeda.
  3. Permainan mencari persamaan sifat : Tahap ini adalah tahap pada saat anak menemukan struktur yang menunjukkan kesamaan yang terdapat dalam permainan permainan yang dimainkan. Contohnya anak yang bermain balok logika akan dapat memasangkan balok balok tersebut pada sisi balok yang bersesuaian.
  4. Permainan dengan representasi : Pada tahap ini anak mencari gambaran konsep kesamaan sifat dari situasi yang serupa. Gambaran konsep yang dimaksud adalah gambaran abstrak dari situasi yang disajikan.
  5. Permainan dengan simbolisasi : Tahap ini merupakan tahap belajar konsep pada saat anak perlu merumuskan representasi dari setiap konsep dengan menggunakan simbol matematika atau dengan perumusan verbal yang sesuai. Misalnya, perkalian dua bilangan negative menghasilkan bilangan positif.
  6. Formalisasi : Anak mempelajari suatu konsep dan struktur matematika yang saling berhubungan. Dalam hal ini anak harus mengurut sifat sifat itu untuk dapat merumuskan sifat sifat baru. Misalnya, sifat sifat dasar di dalam matematika adalah aksioma, kemudian dari aksioma dirumuskan suatu dalil atau teorema. Perjalanan dari aksioma ke torema disebut pembuktian. Diterimanya hasil kali dua bilangan negative adalah bilangan asli positif merupakan suatu kesepakatan yang disebut Aksioma.

Demikianlah informasi mengenai teori dienes dalam matematika. Artikel terbaru silahkan lihat di Home. Artikel berikutnya tentang teori belajar matematika menurut para ahli.

Teori Dienes dalam Matematika | | 4.5